Kelebihan Lemak pada Lansia Membuat Kakinya Jadi Lemah

Written on Sabtu, 01 Oktober 2011 | Sabtu, Oktober 01, 2011

Menjaga berat badan selalu normal hingga usia lanjut nampaknya menjadi keharusan. Sebuah penelitian menemukan orang lanjut usia (lansia) yang punya kelebihan berat badan (obesitas) memiliki kaki yang lemah.

Penelitian yang dilakukan University of New Hampshire menemukan jika dinilai dari kekuatan kaki untuk menopang berat tubuh, kaki wanita lansia yang mengalami obesitas jauh lebih buruk dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan normal. Hasil penelitian tersebut bertentangan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan lansia kurus mempunyai kemungkinan yang lebih tinggi untuk menjadi cacat karena kehilangan massa <a href="/2011/09/6-makanan-pembangun-otot.html">otot</a>.

Kaki yang menopang tubuh yang mengalami obesitas akan membuat kerusakan yang lebih banyak dan lebih cepat pada kaki. Kerusakan ini karena kaki menopang tubuh yang mengalami obesitas yang dapat berkembang menjadi sebuah kecacatan. "Dua pertiga orang Amerika telah mengalami obesitas, sedangkan jumlah lansia diperkirakan akan meningkat menjadi 2 kali lipat pada tahun 2030. Hal tersebut berarti sebagian besar penduduk Amerika berisiko cacat akibat hilangnya massa otot," kata Dain LaRoche, seorang asisten profesor kinesiology yang juga merupakan salah seorang peneliti seperti dilansir dari MedicineNet, Kamis (29/9/2011).

Hasil penelitian yang disampaikan oleh para peneliti tersebut, antara lain:

1. Dibandingkan dengan <a href="/2011/09/nikahi-pria-seumuran-buat-wanita.html">wanita </a>lansia yang memiliki <a href="/2011/09/tips-jaga-berat-badan-saat-berhenti.html">berat badan</a> normal, wanita lansia yang mengalami obesitas memiliki kekuatan kaki yang lebih rendah sekitar 24 persen.

2. Kekuatan kaki untuk menopang berat tubuh pada wanita lansia yang mengalami <a href="/2011/08/waspadalah-gemuk-di-perut-beresiko.html">obesitas</a> berkurang sekitar 38 persen jika dibandingkan dengan wanita lansia yang memiliki berat badan normal.

3. Wanita lansia yang mengalami <a href="/2011/08/memprediksi-risiko-kematian-orang-gemuk.html">obesitas</a> dapat berjalan 20 persen lebih lambat jika dibandingkan dengan wanita lansia yang memiliki berat badan normal.

"Hasil penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa, kelebihan lemak menyebabkan seseorang mempunyai mobilitas yang lebih terbatas," kata LaRoche. Memiliki berat badan yang normal memungkinkan seseorang dapat melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari dengan lebih baik dan lebih bugar. LaRoche juga mengatakan bahwa, seiring bertambahnya usia sebaiknya seseorang tetap menjaga berat badannya dalam kategori normal.

Menjaga berat badan tetap dalam kategori normal tersebut akan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran. "Lansia yang mengalami kelebihan berat badan dapat meningkatkan kekuatan mereka jika mereka melakukan upaya untuk menurunkan berat badannya," ujar LaRoche.
Hasil penelitian tersebut akan diterbitkan dalam Journal of Electromyography and Kinesiology edisi bulan Oktober 2011.


Detik.com

Blog, Updated at: Sabtu, Oktober 01, 2011

0 komentar:

Poskan Komentar